Friday, 4 May 2018

Cara Menggunakan Sensor Suhu DHT11 Arduino

Kali ini kita membahas sensor suhu sederhana. Sensor suhu dan kelembaban type DHT11. Sensor suhu DHT11 adalah salah satu sensor yang dapat mengukur dua parameter yaitu suhu dan kelembaban udara (humadity). Untuk ukuran sensor saat ini cukup kecil sehingga memudahkan kita untuk menggunakannya. Berikut spesifikasi dari sensor DHT11

Spesifikasi :

Relative humidity
Resolution: 16Bit
Repeatability: ±1% RH
Accuracy: At 25°C ±5% RH Interchangeability: f
ully interchangeable Response time: 1 / e (63%) of 25°C 6s 1m / s air 6s
Hysteresis: <± 0.3% RH
Long-term stability: <± 0.5% RH / yr in

Temperaturea
Resolution: 16Bit
Repeatability: ±0.2°C
Range: At 25°C ±2°C Response time: 1 / e (63%) 10S

Electrical Characteristics
Power supply: DC 3.5~5.5V
Supply Current: measurement 0.3mA standby 60μ A Sampling period: more than 2 seconds

Pin Description
1, the VDD power supply 3.5~5.5V DC 
2, DATA serial data, a single bus
3, GND ground, the negative power

Sebelum menggunakan sebuah sensor kita sebaiknya mengenal terlebih dahulu datasheet nya untuk mempermudah menggunakan. Pada artikel kali ini saya menggunakan Arduino Nano untuk sensor suhu DHT11, tapi juga sensor ini bisa digunakan di arduino type lainnya.  Sensor suhu ini bisa ditampilkan di LCD 16x2 atau di serial monitor aplikasi arduino IDE. Untuk kali ini saya akan menampilkan hasil suhu dan kelembaban di serial monitor. Jika ada yang bertanya apa itu Serial Monitor Arduino ?? kita bisa bahas next artikel atau di google sudah banyak pengertian serial monitor.

Sebelum menggunakan program DHT11 kita harus download library sensor DHT11 di sini : 


Setelah selesai didownload include kan library tersebut di software Arduino IDE. Berikut Program Sensor Suhu dan Kelembaban  DHT11 Arduino di Serial Monitor

=============================

#include <dht11.h> //Library DHT11

dht11 DHT11;
#define DHT11PIN A5 //Pin Data di A5

void setup(){
  Serial.begin(9600);
}

void loop()
{
  int chk = DHT11.read(DHT11PIN); 
  Serial.print("Temp: "); Serial.print((float)DHT11.temperature, 2);Serial.print(" C");Serial.print(" || ");
  Serial.print("RelF: ");Serial.print((float)DHT11.humidity, 2);Serial.println(" %");
  delay(1000);
}
=============================

Untuk konfigurasi pin yang digunakan mengikuti program DHT11
  1. VCC = 5V Arduino
  2. Data = di Pin A5 (Bisa dirubah Sesuai Keinginan)
  3. GND = GND Arduino
Konfigurasi pin data bisa kita rubah rubah dan jangan lupa program dan hardware harus sesuai. Program ini juga bisa dikembangkan misalkan diberi tombol, diberi indikasi lampu, ditampilkan di LCD, Menggunakan Wifi bluetooth dan lain lain sesuai apa yang kita ingin tanamkan. 

Untuk hasil dari serial monitor Sensor DHT11

Seperti itu mudahnya menggunakan Sensor DHT11 untuk Arduino. Yang terpenting adalah kita punya sebuah librarynya dan bisa menggunakannya. Mohon komentar jika ada salah dalam penulisan saya juga masih belajar. 
  • Sensor Suhu DHT11
  • Menampilkan Sensor DHT11 di Serial Monitor
  • Program Sensor DHT11
  • Arduino DHT11 Sensor Suhu dan Kelembaban
Cukup sekian artikel cara menggunakan Sensor DHT11 di serial monitor. ikuti terus artikel selanjutnya  di ajifahreza.com untuk Sensor DHT11 ditampilkan di LCD 16x2. Semoga bermanfaat terima kasih.

Friday, 14 April 2017

Rangkaian Penguat Buzzer Transistor

Apa itu penguatan ?? Dalam elektronika istilah penguatan sering kita dengar. Kali ini saya melanjutkan artikel yang kemarin kita sudah bahas yaitu komponen buzzer. Jika belum tau komponen buzzer bisa baca di Sini "Cara Menggunakan Buzzer".
Apakah kita pernah mencoba sebuah buzzer yang jika diberi tegangan 5V Dc dia berbunyi keras, tetapi di masukan pin mikrokontroler suara menjadi pelan. Salah satu penyebabnya adalah nilai impedansi buzzer yang besar. Pin mikrokontroler sendiri mempunyai arus maksimal output 20 mA.
 
Komponen buzzer yang di masukan pin mikrokontroler..
 
Jika kita menemui masalah buzzer yang tidak berbunyi keras, kita butuh sebuah rangkaian penguat buzzer, rangkaian ini juga biasa dipakai sebagai penguat relay, Rangkaian penguat atau komponen transistor. Sekarang kita bahas untuk penguatan buzzer. Transistor adalah komponen semikonduktor. Rangkaian transistor penguat buzzer digunakan jika buzzer mempunyai nilai impedansi lebih dari 10 ohm.
 
 
Transistor dan Buzzer

Prinsip kerja rangkaian penguat buzzer adalah transistor yang dipasang sebagai komponen penguatan bekerja seperti saklar, sebagai sirkuit pemutus dan penyambung. untuk detail pengertian transistor kita tidak bahas di artikel ini. Mungkin artikel selanjutnya . Terus saja ikuti artikel web Ajifahreza.com gratis. Komponen buzzer dengan transistor diatas menggunakan Transistor type NPN. Transistor bekerja jika basis dari transistor diberi tegangan positive 5Vdc (mengikuti datasheet komponen transistor yang dipakai). Tegangan VCC dari buzzer akan mengalir ke ground melewati buzzer sebagai beban menyebabkan buzzer berbunyi. Didalam komponen transistor itu terjadi penguatan.
 
Untuk  zaman sekarang yang sudah maju teknologi banyak sudah modul modul buzzer yang tinggal pakai, tidak perlu melakukan soldering.Tapi sebaiknya kita tahu bagaimana prinsip kerja modul ini, komponan apa yang dipakai dan kita bisa membuatnya. Bukan hanya pemakai.
 
Modul Buzzer 

Pin  modul buzzer ini ada tiga buah yaitu (VCC - I/O, GND). Rankaian modul buzzer ini sudah mengguanakan transistor. 

Keterangan Pin :
  • VCC adalah pin tegangan 5V untuk Buzzer
  • I/O adalah pin Input/Output ke mikrokontroler
  • GND adalah pin Ground

Sekian artikel dari Ajifahreza.com tentang Transistor Penguat Buzzer. Jika salah pengertian dalam artikel ini saya akan update lagi. Hanya sedikit artikelnya semoga bermanfaat. Terus ikuti web ini untuk belajar bersama elektronika. Selamat Berkarya.

Thursday, 6 April 2017

Menggunakan Buzzer Komponen Suara

Selamat malam yang sudah membaca di web ini. Kali ini saya mencoba untuk membahas tentang komponen elektronika yang bisa mengeluarkan suara. Yang banyak kita tau speaker bisa mengeluarkan suara, untuk yang lebih kecil kita bisa menggunakan buzzer. Komponen ini mudah didapat di toko eletronika. Harganya murah Rp2000 an tergantung juga diameter buzzer dan impedansinya. 
Pengertian Buzzer adalah sebuah komponen elektronika yang dapat mengubah sinyal listrik menjadi getaran suara. Buzzer ini biasa dipakai pada sistem alarm. Juga bisa digunakan sebagai indikasi suara. Buzzer adalah komponen elektronika yang tergolong tranduser. Sederhananya buzzer mempunyai 2 buah kaki yaitu positive dan negative. Untuk menggunakannya secara sederhana kita bisa memberi tegangan positive dan negative 3 - 12V.

Cara Kerja Buzzer pada saat aliran listrik atau tegangan listrik yang mengalir ke rangkaian yang menggunakan piezoeletric tersebut. Piezo buzzer dapat bekerja dengan baik dalam menghasilkan frekwensi di kisaran 1 - 6 kHz hingga 100 kHz.

Buzzer ini bisa kita coba tanpa menggunakan board arduino yang diprogram. Jadi kita hanya beri inputan tegangan 3 - 12 V (Tegangan Kerja Buzzer). Buzzer mempunyai nilai impedansi sama seperi speaker. Jika nilai impedansi kurang dari 10 ohm kita bisa langsung menghubungkan ke arduino dan jika impedansi yang lebih besar kita akan membutuhkan driver untuk mengangkat arus yang masuk ke buzzer. Kita bisa menggunakan rangkaian transistor. Mungkin artikel selanjutnya Buzzer dengan transistor

Seperti gambar diatas kaki positive sambungkan pada batere kutub positive dan kaki negative di sambungkan pada batere kutub negative. Maka buzzer langsung berbunyi "beep beep". Kita juga bisa menggunakan rangkaian diatas untuk mengetes apakah buzzer berfungsi atau tidak.

Note :
Yang sudah kita tau buzzer hanya bersuara satu saja. Dengan di program di arduino atau mikrokontroler lainnya kita bisa menggunakan buzzer dengan barbagai macam suara mono. Bisa dibuat lagu Do Re Mi Fa Sol La Si Do dan lain sebagainya tunggu saja di artikel selanjutnya Suara Unik Buzzer

Cukup sekian artikel Buzzer Komponen Suara Elektronika ikuti terus artikel di Ajifahreza.com. Semoga bermanfaat walaupun masih dasar sederhana. Terima Kasih

Saturday, 1 April 2017

Cara Membuat Daftar Dengan Option dan List di VB6

Selamat malam teman teman semua. Malam ini pukul 00.00 saya mencoba untuk membagi sebuah artikel tentang Cara Membuat Daftar Menu Dengan Option dan List di Visual Basic 6. Mungkin seperti ini contohnya aplikasinya.


Sebuah aplikasi komputer sederhana yang bisa dikembangkan lebih baik dari ini. Saya contohkan membuat suatu daftar film yang jika kita mengklik tombol "Drama" atau yang lainnya maka muncul daftar film yang berisi film Drama. Tentunya nama nama film tersebut kita sendiri yang menambahkan di source code nya. Yang lebih ditekankan pada artikel ini adalah bagaimana Cara menampilkan item dari Option yang kita buat ke list yang sudah tersedia.
  • Untuk pertama yang dilakukan kita menyusun komponen apa saja yang di pakai di Visual Basic.



Tambahkan komponen utama diatas dan susun sesuai selera kita masing masing. Untuk mempermudah susun sama seperti di artikel ini.
  • Setelah di susun sesuai kita. Isikan Source Code pada masing masing komponen dengan klick 2 kali pada masing masing komponen.
Note : Disana terdapat 3 buah komponen Option, 1 buah Command dan 1 buah ListBox dengan nama nama sebagai berikut.

Komponen Yang Digunakan :
Option : Option1, Option2, Option3
Command : Command1
List : List1

SOURCE CODE

Command1 :Private Sub Command1_Click()
End
End Sub

OPTION :
Private Sub Option1_Click()
List1.Clear
List1.AddItem "Go 30th Years"
List1.AddItem "Cinderella Man"
List1.AddItem "Chasing Liberty"

End Sub

Private Sub Option2_Click()
List1.Clear
List1.AddItem "Shark Boy and Lava Girl"
List1.AddItem "Spy Kids"
List1.AddItem "The Lord Of The Ring"
List1.AddItem "Starwars"
List1.AddItem "Matrik"

End Sub

Private Sub Option3_Click()
List1.Clear
List1.AddItem "Skull"
List1.AddItem "Spesies II"

End Sub

PENJELASAN PROGRAM

Note : Program Source Code berwarna biru adalah Program yang wajib di isi sedangkan yang merah bisa diganti dengan keinginan kita (didalam tanda "nama film")
Command1 : 
Hanya sebagai tombol untuk menutup sebuah aplikasi berisi perintah "End" yang artinya Selesai.
Option :
List1.Clear = untuk mengosongkan tulisan yang ada di List1
List1.AddItem "Go 30th Years" = untuk menampilkan tulisan (Go 30th Years) di Listbox
List1.AddItem "Cinderella Man" = untuk menampilkan tulisan (Cinderella Man) di Listbox

Dan hasil dari Source code  yang dibuat tadi seperti ini.


Jadi Kesimpulannya Progam di atas digunakan untuk Menampilkan Tulisan di List Box dengan Tombol Option. Cukup sederhana saja. Tinggal Pengembangan dari kita sendiri. Dasar dasar dari visual basic mari kita share bersama sama.

Ikuti terus artikel di Ajifahreza.com. Belajar dari awal elektronika visual basic dan mikrokontroler. Disini saya juga belajar dan sharing. Cukup sedikit semoga bermanfaat. Menampilkan Tulisan di Listbox. Terima Kasih

Friday, 31 March 2017

Perbedaan Mikrokontroler AVR dan Arduino

Mikrokontroler AVR dan Arduino Uno. Apa yang membedakan antara kedua Mikrokontroler tersebut. Sekarang kita dimudahkan dengan adanya Arduino. Semua program example sudah ada di Software Arduino IDE. Sedangkan untuk AVR pemakaian untuk menulis program bisa tergantung user masing masing. Bisa menggunakan Codevision, Bascom, Win AVR dan lain lain. Juga untuk Upload program ke mikrokontroler juga bisa menggunakan Progisp, Khazama dan lain lain.

 Mikrokontroler AVR

Arduino Uno

Untuk IC yang digunakan yaitu dari Atmel. AVR Menggunakan ATmega16,32,8535 dll, sedangkan Arduino menggunakan ATmega328,ATmega168. Arduino adalah pengendali mikro single-board yang bersifat open-source, diturunkan dari Wiring platform, dirancang untuk memudahkan penggunaan elektronik dalam berbagai bidang. Hardwarenya memiliki prosesor Atmel AVR dan softwarenya memiliki bahasa pemrograman sendiri

Untuk mikrokontroler AVR IDC-003 menggunakan USBASP sebagai downloadernya.

DiArtikel ini saya membahas spesifikasi antara Mikrokontroler AVR IDC-003 dari Ajifahreza.com dan Arduino Uno.

SPECIFICATION AVR IDC-003
  • IC Atmega16/32/8535 
  • Menggunakan ZIF 40 Socket IC
  • Programmer USBASP Port IDC 10Pin
  • 8 Buah Led (PORT B)
  • 3 Buah Push Button (PORTD.0 ; PORTD.1 ; PORTD.2 )
  • Voltage Divider untuk input ADC
  • 8 Buah PORT ke Luar (2xPORTA ; 2xPORTB ; 2xPORTC ; 2xPORTD)
  • Supplay External 5V Regulator LM7805
  • Xtal 12.000 MHz
  • 4 Buah Spaser
SPECIFICATION ARDUINO UNO
  • IC ATmega328P
  • Operating Voltage 5v
  • Digital I/O Pins 14 (of which 6 provide PWM output)
  • Analog Input Pin 6
  • DC Current per I/O 20 mA
  • Flash Memory 32 Kb
  • SRAM 2 KB (ATmega328P)
  • EEPROM 1 KB (ATmega328P)
  • Clock Speed 16 MHz
  • Led_Builtin 13
  • Length 68.6 mm
  • Width 53.4 mm
  • Wight 25 g
 Untuk spesifikasi bisa melihat datashet IC yang digunakan. Untuk fitur nya saja yang membedakan.
Untuk lebih lengkapnya Arduino Uno bisa dilihat di web resmi Arduino  
Untuk lebih lengkapnya Mikrokontroler AVR IDC-003 bisa dilihat di web resmi Ajifahreza.com http://www.ajifahreza.com/2016/05/mikrokontroler-avr-idc-003.html

Sekian artikel kali ini Mikrokontroler AVR dan Arduino. Semoga bermanfaat. 

Thursday, 30 March 2017

Cara Mengatasi Flash Verify Error At: 0h di Progisp

Flash Verify Error At: 0h Sebuah pesan muncul jika kita sedang menggunakan sebuah software mungkin sedikit mengganggu kita. Apalagi pesan tersebut berisi "Error" bisa membuat kita berfikir lebih.

Artikel ini saya tulis berdasarkan pengalaman saya menggunakan software Progisp untuk mengupload program ke mikrokontroler. Pesan "Flash Verify Error At : 0h" Sebuah pesan bisa saja muncul jika kita salah dalam penggunaan software Progisp. Kesalahan itu bisa disebabkan banyak faktor. Disini saya tidak menjelaskan banyak tentang Apa itu Progisp?? mungkin lain waktu bisa. Jadi lanjut saja ke pesan "Flash Verify Error At : 0h"
  • Pesan error tersebut bisa terjadi jika kita tidak mencentang "Program FLASH" pada Software Progisp saat Upload program.

Note : Centang Program Flash pada software Progisp dan coba kembali untuk melakukan upload program ke mikrokontroler. Cara Upload Program ke Mikrokontroler dengan Progisp.
  • Pesan terjadi jika kabel yang menghubungkan antara downloader USBASP ke mikrokontroler bisa saja tidak sempurna terkoneksi.
Note : Sebaiknya cek dahulu kabel downloader jika mungkin ada yang putus. Pin yang digunakan untuk upload program ke mikrokontroler adalah "Miso Mosi SCK"
  • Pesan akan muncul jika pin yang digunakan "Miso Mosi SCK" di PORTB juga paralel dengan sebuah sensor, LCD atau yang lainnya.

Note : Jika kita menyambungkan Pin pada PORTB dengan sebuah LCD atau sebagainya, Waktu upload sebuah program muncul error. Cara mengatasi lepas semua sambungan yang ada di PORTB dan upload kembali programnya.

Singkat saja cara mengatasi pesan "Flash Verify Error: At 0h" mungkin jika teman teman semua ada penyebab lain bisa dishare di komentar dibawah artikel ini. Saya akan update artikel ini Cara mengatasi Flash Verify Error pada Progisp. Semoga bermanfaat by Ajifahreza.com

Tuesday, 28 March 2017

Perbedaan Atmega16 dan Atmega32

IC ATmega adalah produk Atmel Seri AVR yang merupakan system programable, artinya dapat kita program secara berulan ulang. Perbedaan antara Atmega16 dan Atmega 32 yaitu memory flash


ATmega 16 mempunyai kapasitas memory 16 Kb dan ATmega 32 mempunyai kapasitas sebesar 32. Artinya jika kita menulis sebuah program maka untuk program yang panjang mempunyai flash memori lebih dari 16 Kb sebaiknya menggunakan ATmega 32. Untuk konfigurasi pin nya sendiri antara ATmega 16 dan ATmega 32 sama. 

Pin Konfigurasi Pin ATmega 16 dan 32 :
  • ATmega16
  • ATmega 32

Gambar diatas adalah pin konfigurasi ATmega16 dan ATmega32. Antara ATmega16 dan ATmega konfigurasi pin sama. Mempunyai jumlah pin 40 terdiri dari Pin I/O 32 Buah. PORTA = 8 Buah ; PORTB = 8 Buah ; PORTC = 8 Buah ; PORTD = 8 Buah.

Cukup sekian artikel tentang Apa Beda ATmega 16 dan 32 ?. Penjelasan yang cukup singkat kesimpulannya hanya di memori flash IC Tersebut. Untuk lebih tau pengertian memori flash tetap ikuti artikel di Ajifahreza.com. Semoga bermanfaat.

Friday, 3 March 2017

Pengertian Metode Transmisi Komunikasi Serial

 Metode Transmisi Data. Dua kata yang mungkin kita kenal tapi tidak tau pengertiannya dalam metode komunikasi data yaitu Baseband dan Broadband. Artikel ini membahas tentang pengertian dasar saja tentang pengiriman data serial. Saya sendiri membuat sebuah persentasi tentang Komunikasi data serial dan paralel. Sumber dari gambar gambar ini adalah google.


Tranmisi baseband atau di artikan transmisi serial adalah transmisi data yang proses pengiriman datanya adalah berseri berurutan.  


Transmisi Data dimana dalam satu satuan waktu hanya satu bit yang disalurkan, dengan demikian jika data terdiri atas banyak bit, dikirim secara berurutan, satu persatu. Jadi kita anggap sederhana seperti ada sebuah kereta yang berjalan diatas rel, Gerbong kereta itu sendiri adalah data yang dikirim, Jadi jika berjalan dimulai dari Gerbong depan tengah dan seterusnya. Seperti contoh gambar dibawah ini:


Seperti yang ada di gambar diatas pengiriman karakter yang terdiri dari bit bit, dikirim dalam satuan waktu. Jadi pengiriman "10010000" secara berurutan dikirim oleh sumber dan secara berurutan diterima oleh penerima. Sumber disini bisa memakai Android PC dll.
Boudrate satuan bps diartikan (bit per second) data bit yang dikirimkan dalam 1 second ada 9600 bit.


1010111111 adalah data, bit sendiri terdiri dari 2 digit yaitu 0 dan 1. Byte terdiri dari 8 bit atau membentuk sebuah karakter.


Contoh yang saya ambil adalah Komunikasi PC dengan Mikrokontroler. Dalam komunikasi diatas menggunakan serial atau DB9 IC RS 232. Komputer adalah sumber data yang dikirim. Media data menggunakan kabel serial untuk komunikasi. Penerima adalah Mikrokontroler. Konsep dasar dari Komunikasi Serial diatas adalah PC mengirimkan karakter "A" yang digunakan untuk menyalakan led pada mikrokontroler. Mikrokontroler sebagai penerima data dari PC. Karakter "A" yang dibaca mikrocontroler untuk menyalakan led 1. 


Seperti yang dijelaskan pada gambar diatas ini. Karakter "A" yang dikirimkan oleh PC dirubah menjadi kode biner. Sebagai contoh diatas karakter yang sudah berubah menjadi kode biner menggunakan metode ASCII. Seperti tabel dibawah ini.


Karakter "A" yang dikirim kan mempunyai bentuk desimal 65. Dari bentuk desimal inilah bisa dirubah dalam bentuk biner 0 dan 1. Seperti contoh karakter A mempunyai Desimal 65 dan bentuk biner 1000001. Jadi bentuk biner inilah yang dikirmkan oleh PC dan diterima Oleh mikrokontroler. 
Jadi kesimpulan Pengiriman data Serial adalah data karakter yang dikirimkan menjadi data biner dan dikirim secara berurutan. Untuk komunkasi paralel next to be continue di Ajifahreza.com

Cukup Sekian artikel mengenai Komunikasi Serial. Semoga bermanfaat meskipun Sederhana. Dan jika salah dalam pengertian bisa saling belajar. Salam Ajifahreza.com
Cara Seo Blogger