Tuesday, 21 June 2016

Membuat Daftar Menu dan Ditampilkan di Label

Membuat Daftar Menu Warung dan Ditampilkan di Textbox. Sebuah aplikasi visual basic yang bisa dibuat salah satu nya adalah aplikasi menu untuk sebuah warung makan. Dijaman modern mungkin akan lebih mengutamakan pekerjaan dengan komputer. Tapi terkadang juga lebih cepat tanpa mengunakan komputer. Untuk membuat sebuah aplikasi menu untuk warung cukup sederhana dan mudah. Seperti contoh :
Diatas adalah salah satu contoh aplikasi daftar menu untuk sebuah warung makan. Untuk desainnya bisa disesuaikan sendiri. Cara kerjanya aplikasi ini hanya menampilkan Menu yang di klick pada Option seperti contoh :
Jika kita meng klik menu Gado Gado dan Es Jeruk akan ditampilkan pada label seperti diatas. Komponen yang digunakan pada VB :
  1. Option = 9 Buah 
  2. Label = 2 Buah
  3. Komponen Desain seperti Frame = 2 Buah
Untuk Sourcode Menu Makanan Warung bisa di copy di sini gratis karena sangat mudah. 
Sourcode :
 

Coding nya hanya menampilkan data Option ke Label. Klick 2 kali pada menu option untuk memasukkan Codingnya. Label1.Caption = "Soto Ayam" ketik coding seperti itu pada semua option jangan lupa merubah menunya. Contoh seperti di gambar atas.
 
Cukup sekian tutorial paling sederhana untuk Membuat Menu Warung Makanan Semoga bermanfaat dan juga bisa dibuat dasar coding untuk membuat yang lebih luar biasa. Membuat Menu Makanan dan Ditampilkan di Label Visual Basic by Ajifahreza.com

Friday, 17 June 2016

Jurnal Teorema Thevenin Northon

JURNAL TEOREMA THEVENIN NORTHON
Yusuf Arditia Pratama, Rizki Rahmat Hidayat, Surya Susiratmaka

Fakultas Teknik Elektro Universitas Udayana

Abstrak

Dalam praktikum rangkaian arus searah terdapat teorema yang akan dibuktikan secara langsung dan mempelajari bagaimana hal itu terjad, teorema tersebut adalah teorema thevenin dan northon. Bertujuan untuk memahami dan menerapkan rangkaian setara thevenin dan rangkaian secara northon. Variable yang diukur dalam praktikum ini adalah tegangan, arus pada rangkaian tanpa potensiometer atau RL dan  tegangan arus pada rangkaian dengan menggunakan potensiometer. Hasil pengamatan menunjukan bahwa untuk mengukur tegangan dan hambatan pada rangkaian thevenin serta kuat arus dan tegangan pada hambatan beban yaitu dengan menghidupkan power supplay, sedangkan pada kuat arus norton dihubung singkat. Pembahasan pada praktikum ini adalah pada percobaan yang dilakukan, digunakan empat buah resistor dimana R1 paralel dengan R2 kemudian seri dengan R3 lalu seri dengan R4 dan pada rangkaian dipasang ampere meter secara seri dan voltmeter secara paralel. Kemudian mencari nilai
ETh , RTh , ,  dan Irl yang akan dibandingna dengan hasil analisis data dan analisis grafik. Kesimpulan yang diperolerh dari hasil praktikum ini adalah pada rangkaian setara Thevenin nilai tegangan keluaran tetap meskipun arus mengalir beda pada tegangan yang sama. Pada rangkaian setara Norton nilai arus yang dihasilkan tetap meskipun hambatan yang digunakan atau yang dipasang pada keluarannya beda pada tegangan yang sama. Dan dari praktikum ini adalah hubungan Vrl dan Irl berbanding terbalik, jika nilai Vrl semakin naik (Besar) maka Irl semakin turun (Kecil).

Kata Kunci: Teorema Thevenin, Teorema Norton, Tegangan, Kuat arus
 
Metode Dasar

Ada dua bentuk rangkaian setara, yaitu rangkaian setara thevenin dan rangkaian setara Norton.
Definisi Tegangan dan Hambatan Thevenin

Hambatan Thevenin : RTH = ROC ....(1)

Tegangan Thevenin, VTH, didefinisikan sebagai tegangan yang melewati terminal beban saat hambatan beban terbuka, karena ini tegangan Thevenin terkadang disebut tegangan rangkaian terbuka.
Definisinya :

Tegangan Thevenin : VTH = VOC
dengan VOC merupakan singkatan dari "Open - Circuit Voltage"
hambatan Thevenin didefinisikan sebagai hambatan yang diukur antara - terminal saat seluruh sumber dibuat nol (dihubungsingkatkan) dan hambatan beban terbuka sebagai definisi :

Gambar 1.1 memperlihatkan sebuah kotak hitam (black box) yang mengandung rangkaian dengan sumber searah (DC) dan hambatan linear  (hambatan yang tidak berubah dengan naiknya tegangan).
Theorema Thevenin merupakan alat bantu aplikatif dalam dunia elektronika. Theorema ini tidak hanya menyederhanakan dalam perhitungan, tapi juga memungkin kan kita untuk menjelaskan operasi rangkaian yang  tidak mampu dijelaskan anya dengan menggunakan persamaan Kirchhoff (Martawijaya, dkk, 2008).

Definisi Arus dan Hambatan Norton

Arus Norton IN, didefinisikan sebagai arus beban saat hambatan dihubung singkat. Karena ini, arus norton terkadang disebyut juga dengan arus hubung singkat (Short - Sircuit Current , ISC), sebagai definisi :

Arus Norton : IN = ISC .... (2)
Hambatan Norton, RN adalah hambatan yang diukur oleh ohm meter pada terminal beban saat seluruh sumber diturunkan menjadi nol dan hambatan beban dibuka (dilepas). sebagai definisi

Hambatan Norton : RN = ROC ...(3)
Karena hambatan Thevenin dan hambatan Norton memiliki definisi yang sama, maka dapat dituliskan :
RN = RTH ....(4)

Penurunan ini menunjukan bahwa hambatan Thevenin sama dengan hambatan Norton. Apabila kita menghitung hambatan Thevenin sebesar 10 kW, maka hambatan Norton juga sebesar 10 kW.
Gambar 1.2 memperlihatkan sebuah kotak hitam (black box) yang mengandung rangkaian apa saja dengan sumber searah dan hambatan linear.

Martawijaya, dkk, 2008)
Norton membuktikan bahwa rangkaian dalam kotak hitam pada seperti gambar 1.2(a) diatas akan menghasilkan tegangan beban yang sama dengan rangkaian sederhana Gambar 1.2(b). Sebagai penurunan, theorema Norton terlihat sebagai berikut.

VL =IN (RN || RL)....(5)
Dengan kata lain, tegangan beban sama dengan arus norton dikalikan dengan hambatan Norton yang paralel dengan hambatan beban (Malvino 2003).
Sebelum kita definisikan hambatan Norrton setara  dengan hambatan Thevenin. Tetapi perhatikan perbedaan posisi hambatan. hambatan Thevenin selalu diseri dengan sumber tegangan, sedangkan hambatan norton selalu paralel dengan sumber arus (Sutrisno, 1986).

2. Identifikasi Variable

Kegiatan I
a. Variabel manipulasi : tegangan sumber (Volt)
b. Variabel respon : Tegangan Thevenin (Voly) dan Arus Norton (Ampere)
c. Variabel kontrol : Resistansi (resistor)(Ω)
Kegiatan II

a. Variabel manipulasi : Tegangan Output (Volt)
b. Variabel respon : Arus output (Ampere)
c. Variable kontrol : Resistansi resistor (R1, R2, R3) (Ω)

3. Definisi Operasional Variabel
 a. Kegiatan I 


1. Tegangan Sumber (Vs) : adalah tegangan yang berasal dari poer supply yang terbaca pada voltmeter dimana besarnya mulai 2 V sampai 12 v dan satuannya adalah volt.
2. Tegangan Thevenin (Voc) : adalah tegangan yang jatuh pada resistor (R2) dan terbaca pada voltmeter dengan satuan adalah volt.
3. Arus Norton (IN) : adalah arus yang mengalir pada rangkaian terbaca pada amperemeter dengan satuan Ampere (A)
4. Resistansi resistor (R1, R2, R3) : besarnya nilai hambatan pada resistor yang dapat dibaca dari warna cincin pada resistor dalam satuan Ω

b. Kegiatan II
1. Hambatan dalam (RL) : hambatan yang diubah dengan menggunakan resistor variabel (Potensiometer) yang satuannya adalah ohm.
2. Tegangan Keluaran (V0) : perubahan nilai tegangan yang terbaca pada voltmeter seiring dengan perubahan potensiometer untuk mencapai tegangan maksimalnya dengan satuan Volt.
3. Arus Beban (IL) : perubahan nilai arus yang dibaca pada amperemeter akibat dari nilai potensiometer yang dirubah dengan satuan Ampere (A).
4. Resistansi Resistor (R1, R2, dan R3) : besarnya nilai hambatan pada resistor yang dapat dibaca dari warna cincin pada badan resistor dalam satuan ohm (Ω)

4. Alat dan Bahan
a. Resistor, 3 buah
b. Potensiometer, 1 buah
c. Power Supply 0 - 12 VDC, 1 bua
d. Voltmeter 0 - 10 VDC, 1 buah
e. Amperemeter 0 - 1 ADC, 1 buah
f. papan kit, 1 buah
g. kabel penghubung

Prosedure Kerja
a. Mencatat spesifikasi masing masing komponen yang digunakan
b. Membuat rangkaian seperti gambar berikut diatas papan kit yang telah disediakan.
c. Mengatur tegangan sumber sebesar 2 v lalu mengukur tegangan rangkaian buka (VOC) antara titik A dan B tanpa beban RL dan menghubung singkat Arus (ISC) dengan menempatkan sebuah Ammeter melintas A - B (VOC dan ISC tidak diukur bersamaan).
d. Mengukur pula besar resistansi total rangkaian dengan melepas power supply (rangkaian dihubung singkat pada posisi sumber dan tanpa beban).
e. Melakukan langkah 3 untuk tegangan sumber 4 V, 6 V, 8 V, dan 10 V.
f. Selanjutnya memasang beban RL pada keluaran rangkaian seperti gambar berikut.
g. Mengatur potensiometer pada posisi minimum dan mengukur tegangan keluaran (Vo) dan arus beban (IL)
h. Melanjutkan dengan mengubah nilai RL hingga maksimum. Mencatat nilai arus dan tegangan setiap peribahan RL.


7. Pembahasan
Dalam rangkaian setara, terdapat dua jenis yaitu rangkaian setara Thevenin dan Rangkaian setara Norton.


a. Kegiatan 1
Pada kegiatan ini, hubungan antara tegangan Thevenin dan Arus Norton akan diselidiki. Secara teori, nilai tegangan Thevenin, arus Norton serta hambatan Thevenin dinyatakan dalam bentuk perhitungan yang telah ditampilkan sebelumnya. Jika dibandingkan dengan nilai yang dinyatakan dalam perhitungan (nilai teori), seperti nilai tegangan Thevenin 1.84 Volt, 3.69 Volt, 5.53 Volt, 7.38 Volt, 9.22 Volt, dan 11.07, hambatan Thevenin 993.61 Ω, arus Norton 1.85 mA, 3.71 mA , 5.56 mA , 7.43 mA , 9.28 mA , 11.14 mA, dengan nilai dalam tabel (nilai praktek) dengan tegangan Thevenin 1.66 Volt, 3.41 Volt, 5.33 Volt, 7.15 Volt, 9.00 Volt, 10.84 Volt, untuk hambatan Thevenin 1074 Ω, untuk arus Norton yaitu 1.41 mA, 3.01 mA, 5.10 mA, 6.83 mA, 8.77 mA, 10.63 mA, perbedaan antara nilai teori dan nilai yang diperoleh dari percobaan dinyatakan dalam %diff dengan besar penyimpanan terkecil sebesar 0.64 % dan besar penyimpanan terbesar yaitu sebesar 26.99 % sehingga dengan hasil ini prakteknya sesuai dengan teori. Timbulnya nilai yang menyimpang dari nilai yang sebenarnya disebabkan oleh faktor human error. Kesalahan praktikan dalam proses pengambilan data dikarenakan kurang ketelitian dalam pembacaan alat ukur.

b. Kegiatan II
Pada kegiatan ini, pengaru hambatan beban terhadap tegangan dan arus output akan diselidiki dan hasilnya akan ditampilkan dalam sebuah grafik. Berdasarkan grafik, nilai dari hambatan potensiometer diperbesar dan hasilnya terlihat besarnya tegangan meningkat seiring dengan turunnya nilai kuat arus. Ini sesuai dengan hukum ohm. Nilai hambatan secara teori diperoleh sebesar 993.61 Ω, sedangkan nilai hambatan yang diperoleh secara praktek sebesar 1074 Ω. Sehingga hasil praktikum sesuai dengan teori (Hukum Ohm) serta untuk hambatan Thevenin dengan batas toleransi 5 %, maka hasil prakteknya sesuai dengan teori Besarnya penyimpangan nilai praktek dari  nilai teori adalah 7.78 %. Timbulnya nilai yang menyimpang dari nilai yang sebenarnya disebabkan juga oleh faktor alat ukur. Kesalahan praktikan dalam proses pengambilan data dikarenakan alat ukur yang sangat sensitif dan harus digunakan secara manual. Kendala utama praktikan adalah ketepatan dalam merngubah nilai hambatan pada potensiometer.

8. Kesimpulan
a. Besarnya nilai tegangan Thevenin, hambatan Thevenin dan arus Norton yang diperoleh secara teori menghampiri nilai yang diperoleh melalui percobaan. Dengan besar penyimpangan yang kecil sebesar, dapat dikatakan hasil percobaan sesuai dengan teori.
b. Berdasarkan hukum ohm, besarnya hambatan berbanding lurus dengan besarnya tegangan dan berbanding terbalik dengan besarnya arus. Sehingga semakin besar nilai hambatan beban, maka tegangan semakin besar dan arus semakin mengecil dan hal tersebut sesuai dengan teori.

DAFTAR RUJUKAN
A scientific society under departement of electronics. 1999. Basic Electronic Components and Hardware-1. India : New Delhi.
Boylestad. 2000. Introductory Circuit Analiysis.New york : Cambridge University Press.
Farchani, Rosyid Muhammad. 2007. Sains Fisika 3. Solo: PT Wangsa Jatso Lestari.
Ramadhani, muhammad. 2008. Rangkaian Listrik. Jakarta: Erlangga.
Wang, Meizong.1994. Understandable Electric Circuits.China : Global Media.

Friday, 27 May 2016

Membuat Aplikasi Pencari Jenis Bilangan

Hello For ALL lama gak update di Blog ini, masih update di Ajifahreza.com soalnya ..hehe.. gimana hari ke dua di bulan ramadhan ini pasti sehat alhamdulillah.. sekaranng mari kita mengenal  sebuah software aplikasi yang bernama Visual Basic. Apa itu Visual Basic ?? anak elektronika pasti semua tahu dan pernah di ajarkan sedikit waktu sekolah. Visual Basic adalah suatu software untuk membuat sebuah aplikasi  yang  menggunakan bahasa pemrograman yang diberi nama bahasa basic. Bahasa basic sendiri adalah bahasa paling sederhana bagi mereka yang tidak terlalu familiar dengan dunia bahasa pemrograman. Sedikit pengertian singkatnya tentang Visual Basic.
Untuk kali ini saya membuat sebuah Aplikasi Pencari Jenis Bilangan Menggunakan Visual Basic. Sebuah aplikasi sederhana bagi pemula yang baru berkenalan dengan software Visual Basic. aplikasi ini digunakan untuk mencari apakah bilangan tersebut termasuk bilangan ganjil atau bilangan genap. Untuk jumlah  bilangan yang sedikit mungkin tidak terlalu sulit membedakan jenis bilangan tersebut, tapi jika jumlah bilangannya banyak maka cukup kesulitan untuk menentukan apakah bilangan itu termasuk bilangan ganjil atau bilangan genap.
Aplikasi ini sangat cocok untuk anak anak yang baru belajar menganal bilangan genap dan ganjil. Lanjut saja ini adalah tampilan aplikasi tersebut

Aplikasinya sangat sederhana cukup memasukan jumlah angka kemudian klick cek maka pada form keterangan akan muncul Jenis Bilangan Genap atau Ganjil. Untuk membuatnya cukup mudah lanjut ke tutorialnya. Tutorial membuat aplikasi pencari jenis bilangan :
  1. Buka Software Visual Basic yang sudah di instal kemudian buka form baru Standart Exe klick Ok
  2. Kemudian desain seperti tampilan ini
    bisa menggunakan kreatifitas sendiri sendiri.
  3. Komponen yang digunakan antara lain : 2 x Textbox ; 2 x Commandbutton ; 2 x Label
  4. Dijelaskan Fungsi masing masing. Textbox berfungsi untuk memasukan jumlah bilangan, Commandbutton berfungsi untuk pemberi perintah, dan label berfungsi untuk memberi nama keterangan untuk memperjelas. untuk mengganti nama komponen pada property cari "caption"
  5. Setelah membuat desain visual mulai memasukkan program dengan cara klick 2 kali pada commandbutton1 sampai keluar gambar
  6. Copy paste huruf berwarna biru program ini pada visual basic yang dibuat tadi pada perintah command1  bil = Val(Text1)
    If bil Mod 2 = 0 Then
    ket = "GENAP"
    Else
    ket = "GANJIL"
    End If
    Text2 = ket
  7. Copy paste huruf berwarna biru program ini pada visual basic yang dibuat tadi pada perintah command2   Text1 = ""
    Text2 = ""
  8. Setelah selesai coba aplikasi dengan menekan tombol F5
Aplikasi selesai dibuat dan bisa di kembangkan lagi menurut kreativitas masing masing. sekian artikel Membuat Aplikasi Pencari Jenis Bilangan bisa juga Download gratis aplikasi Pencari Jenis Bilangan DISINI buka menggunakan software Visual Basic dan bisa di edit ulang. Meskipun kurang bisa dipahami semoga bermanfaat. Apabila ingin tahu lebih lanjut tentang aplikasi ini bisa komentar di artikel ini.

Tuesday, 24 May 2016

Mikrokontroler AVR IDC 003


OVERVIEW

Mikrokontroler AVR IDC 003 adalah modul mikrokontroler yang bisa menggunakan IC Atmega16 / 32 (Datasheet). Mempunyai output 8 buah Led 3 mm yang siap digunakan di PORTB dalam kondisi Low, sudah dilengkapi IC 7805 untuk tegangan stabil 5 V dari supply eksternal. Keunggulan Modul mikrokontroler ini sudah dilengkapi konektor IDC yang dapat dikoneksikan langsung dengan downloader USBASP.


Mikrokontroler AVR IDC 003 juga menyediakan 2x PORTA ; 2x PORTB; 2x PORTC; 3x PORTD yang dapat digunakan sebagai I/O. Dilengkapi dengan tombol reset dan juga disediakan 3 buah tombol pada PIND0, PIND1, PIND2. Menggunakan Xtal 12.000 Mhz.

Mikrokontroler AVR IDC 003 was design by Ajifahreza.com

SCHEMATIC


 Schematic Diagram of Mikrokontroler AVR IDC 003

Layout Tata Letak Komponen


SPECIFICATION AVR IDC 003
  • IC Atmega16/32
  • Programmer USBASP Port IDC 10Pin
  • 8 Buah Led (PORT B)
  • 3 Buah Push Button (PORTD.0 ; PORTD.1 ; PORTD.2 )
  • Voltage Divider untuk input ADC
  • 8 Buah PORT ke Luar (2xPORTA ; 2xPORTB ; 2xPORTC ; 2xPORTD)
  • Supplay External 5V Regulator LM7805
  • Xtal 12.000 MHZ
  • 4 Buah Spaser
POWER

Mikrokontroler AVR IDC 003 Menggunakan power supply eksternal 5v. Bisa menggunakan sampai 12 Vdc karena sudah dilengkapi IC penurun tegangan regulator LM 7805. Output dari IC ini 5 Vdc. Modul ini juga bisa digunakan tanpa supply eksternal dengan menggunakan Downloader USBASP yang terkoneksi dengan Komputer. PLUG n PLAY.

DESIGN

Modul IDC 003 mempunyai desain menarik. Simple dan dilengkapi spacer sebagai dudukan PCB. Menggunakan PCB yang berkualitas dengan desain warna merah pada layour jalur. Modul ini juga menggunakan ZIF Socket untuk IC ATmega mikrokontroler. Fungsi ZIF Socket ini untuk memudahkan kita melepas dan memasang IC Mikrokontroler



PROGRAMMING

Modul  menggunakan komunikasi USBASP (Install Driver USBASP). Setelah di install bisa menggunakan software PROGISP (Download ke Mikrokontroler) untuk melakukan programming ke mikrokontroler. Download PROGISP

Friday, 29 April 2016

Menghilangkan Command pada VB

Selamat malam, kali ini berbicara tentang Command Pada VB. Command digunakan untuk tombol perintah pada VB.bagaimana cara menghilangkannya cukup dengan coding berikut.
Command 1 adalah tombol dengan Caption "Open" dan command 2 adalah  tombol dengan Caption "Close". gambar 2 adalah Code untuk Command dan hasilnya :

Sederhana untuk belajar semoga bermanfaat. Sekian artikel tentang Cara Menghilangkan Command Pada VB by Ajifahreza.com. Semoga bermanfaat bagi pemula

Thursday, 21 April 2016

Download Eagle PCB 5.6 Gratis Keygen

Download Software Eagle PCB dengan Keygen
 Software Gratis di download dengan Uploder Mega.Nz


Semoga bermanfaat Dowload Semua Software Elektronika di Ajifahreza.com
beri komentar pada artikel ini jika URL Download mati
  • Download Software Eagle
  • Eagle PCB 5.6
  • Software Eagle Gratis
  • Eagle dengan Keygen 

Monday, 11 April 2016

2 Langkah Belajar Efektif

"Sudah belajar tapi masih belum mengerti.. apa yang salah?? "

Keluhan diatas mungkin semua orang mengalami. Tapi bagaimana cara kita untuk mengatur pola pikir kita dalam belajar. Tentunya semua orang punya cara sendiri sendiri dan penerapannya.

Belajar adalah sebuah kata yang mungkin kurang diminati untuk para remaja sekarang. Faktor yang paling sederhana adalah sifat malas. Hal yang perlu sedikit disingkirkan yaitu sifat malas. Bagaimana caranya ??. salah satu caranya yaitu bagaimana membuat aktifitas belajar itu menyenangkan. Misalnya dengan sebuah motivasi ataupun dengan rasa ingin tahu yang tinggi. Belajar juga tidak harus dengan hal pelajaran sekolah seperti matematika, IPA, IPS semua yang kita baca kita pelajari bisa diartikan kita belajar.

- Belajar Karena Ingin Tahu

Jika kita mempunyai rasa ingin tahu yang tinggi pasti kita selalu mencari cari jawabannya.. Dengan rasa ingin tahu yang tinggi kita pasti mempunyai banyak pertanyaan. Banyak pertanyaan, Banyak juga jawaban dan tentunya banyak juga kegiatan kita untuk mencari jawaban itu. Kita bisa bandingkan dengan kita yang tidak ingin tahu. Otak kita tidak akan berfikir apa yang harus dicari. 

Untuk membangun rasa ingin tahu itu sendiri banyak cara, misalnya kita melihat seseorang yang bisa membuat suatu alat yang canggih. Jika kita termasuk orang yang monoton tentunya hal tersebut seperti biasa, tidak ada hal yang luar biasa. Berbeda dengan kita yang selalu aktif. Pasti kita banyak pertanyaan yang ingin dicari. Misalnya bagaimana bisa?? bagaimana caranya ?? apa yang dilakukan ?? dll. masih banyak pertanyaan lagi untuk dicari jawabannya. Dengan rasa ingin tahu yang tinggi pasti kita selalu aktiv tidak hanya menerima melihatnya, tetapi juga ingin mencobanya. 


Setujukah kita melihat kata kata diatas ?? ... jika kita artikan orang pintar adalah orang yang tahu lebih dulu. Semua orang tentunya pintar di bidang masing masing. Seseorang seperti itu pasti sudah lebih dulu mengerti dan memahami sesuatu hal yang belum orang tahu. Kita bisa melihat orang seperti itu tentunya sudah banyak jawaban yang dia cari. Dia selalu berusaha untuk terus belajar hal baru. Selalu belajar hal yang belum dia bisa.

Kita bisa beranggapan bahwa kita kalah start dari dia.. bagaimana bisa begitu ?? Karena faktor seberapa aktiv kita untuk mau belajar. Bisa kita menjadi Orang yang lebih 1 level dari orang lain jika kita mau belajar mau mencari dan mau aktiv untuk segala hal. Tidak hanya monoton dan malas. Misalnya kita mempunyai seorang teman satu kelas. Satu pelajaran dan satu guru, Kenapa dia bisa lebih bisa pelajaran daripada kita ??. Mungkin salah satu jawabannya apa yang dia lakukan untuk lebih dulu tahu jawaban nya. Yang dilakukannya bisa kita baca kembali artikel diatas.

- Belajar Karena Motivasi

Belajar karena motivasi. Motivasi itu sendiri merupakan hal yang penting juga untuk belajar. Bisa kita membuat sebuah motivasi seperti ingin lulus, ingin menjadi nomor 1, ingin juara dan lain lain. Banyak sebuah motivasi untuk membangun belajar kita. Salah satu motivasi yang sederhana bisa kita menjadikan teman kita sendiri untuk motivasi. Kita bisa melihat sisi baiknya dalam belajar untuk sebuah motivasi kita.
Kita bisa tanamkan sebuah pertanyaan pada diri kita masing masing "Dia bisa, Kenapa aku tidak??" semua orang pasti bisa melakukan atau mengerjakan asalkan mau mencari cara melakukannya atau mengerjakannya. 

Bisa kita misalkan seperti tadi melihat seseorang yang bisa membuat suatu alat yang canggih atau orang yang bisa mengerjakan soal. "Dia Bisa, kenapa aku tidak ??" sebuah pertanyaan yang membangun diri kita untuk bisa.
Hal yang perlu di tanamkan juga "Dia Bisa Aku Pasti Bisa". Dia bisa untuk mengerjakan soal dan tentunya kita manusia yang sama, makanan yang sama harusnya bisa untuk melakukannya. Hal yang berbeda mungkin pada pola pikir kita masing masing. Pola pikir kita untuk belajar. Pola pikir kita untuk mengatur waktu. Semua pola kita masing masing orang. Sebuah kata bisa merubah sifat kita untuk selalu ingin belajar.

"Dia Bisa, Kenapa aku tidak ??"
"Dia Bisa, Aku Pasti Bisa"

Kita juga harus selalu termotivasi akan hal hal baru. Hal yang menarik kita untuk mencari jawabannya. Hal yang selalu membuat kita selalu aktiv mencari. Carilah seseorang yang bisa mengangkat motivasimu dalam belajar. Karena dengan ini pasti kita ingin seperti Dia.

Note : Aturlah sifat malas mu jangan sampai sifat malas mengaturmu. 

Cukup sekian Tips Belajar Menarik by Ajifahreza.com hanya sebagai catatan sederhana untuk berbagi tulisan agar bisa bermanfaat. Tulisan ini hanya Opini saya dan Cara saya untuk motivasi diri sendiri.

Share Artikel ini jika bermanfaat dengan mengcopy link nya atau dengan share klick dibawah artikel atau dengan klick gambar ini
https://www.facebook.com/sharer/sharer.php?u=http%3A%2F%2Fwww.ajifahreza.com%2F2016%2F04%2F2-langkah-belajar-efektif.html%3Fspref%3Dfb&t=WEBSITE+TUTORIAL+ELEKTRONIKA+INDONESIA%3A+2+Langkah+Belajar+Efektif

Saturday, 9 April 2016

Cara Merubah Warna Tulisan dan Bold Italic Underline

Pengembangan dari artikel sebelumnya tentang Menampilkan Tulisan di Label kali ini merubah tulisan itu dengan Bold Italic dan Underline. Tulisan itu juga bisa dirubah warna sesuai keinginan kita. Program ini juga bisa digunakan untuk dasar membuat sebuah Notepad pada Visual Basic. Berikut tampilannya
Dari form diatas sama seperti artikel sebelumnya, hanya ada tambahan pada pilihan property seperti warna dan miring tebal. Pilihan properti itu juga bisa ditambahkan sesuai apa yang kita buat. Dasar Membuat Notepad. Untuk menambahkan tampilan "Pilihan Property" menggunakan menu frame pada Visual Basic. Untuk Sourcode nya bisa di kopy disini.
==================================================
Private Sub Check1_Click()
Label2.FontItalic = Check1.Value
End Sub

Private Sub Check2_Click()
Label2.FontBold = Check2.Value
End Sub

Private Sub Command1_Click()
Label2.Caption = Text1.Text
End Sub

Private Sub Command2_Click()
Label2.Caption = ""
Text1.Text = ""
End Sub

Private Sub Command3_Click()
End
End Sub

Private Sub Option1_Click()
Label2.ForeColor = vbRed
End Sub

Private Sub Option2_Click()
Label2.ForeColor = vbBlue
End Sub
==================================================
Penjelasan Program :

Private Sub Check1_Click() // Perintah untuk sub check1 "Italic"
Label2.FontItalic = Check1.Value // Tulisan pada label2 berubah mode Italic
End Sub // End

Private Sub Check2_Click() // Perintah sub check2 "Bold"
Label2.FontBold = Check2.Value // Tulisan pada label2 berubah mode Bold
End Sub // End

Private Sub Command1_Click() // Perintah untuk command1 "Ok"
Label2.Caption = Text1.Text // Data yang di input pada text1 = ditampilkan pada label2
End Sub // End

Private Sub Command2_Click() // Perintah untuk command2 "Clear"
Label2.Caption = "" // Label2 menampilkan kosong
Text1.Text = "" // Text1 menampilkan kosong
End Sub // End

Private Sub Command3_Click() // Perintah untuk command3 "keluar"
End // Berhenti Program
End Sub // End

Private Sub Option1_Click() // Perintah untuk option1 "Merah"
Label2.ForeColor = vbRed // Tulisan Label2 berwarna Merah
End Sub // End

Private Sub Option2_Click() // Perintah untuk option "Biru"
Label2.ForeColor = vbBlue // Tulisan label2 berubah warna biru
End Sub // End
 
Program tersebut bisa ditambah dengan option Underline dengan menuliskan perintah :

Label2.FontUnderline = Check3.Value

Dan juga bisa ditambahkan menu pilihan warna. Note : jangan lupa menulis program dengan menambahkan tampilan di VB nya.
Contoh Hasil :


Sekian artikel sederhana tentang Merubah Warna Tulisan dan Mode Tulisan by Ajifahreza.com Semoga bisa dikembangkan. meskipun sederhana hal yang penting bisa berbagi ilmu.
  • Merubah Warna Tulisan
  • Merubah Mode Tulisan
  • Membuat Tulisan Bold Underline Italic
  • Dasar Membuat Notepad
Cara Seo Blogger