Membaca Data Analog di Arduino

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh, Alhamdulillah semoga kita semua selalu diberi kesehatan dan terus selalu berkarya. Kali ini saya akan mencoba berbagi lengkap bagaimana program arduino itu berjalan, jadi tulisan ini hanya sederhana dan diperuntukan bagi yang pemula yang ingin belajar arduino, bagi yang sudah expert arduino mungkin tulisan ini hanya dasar dari sebuah pembelajaran. Menggunakan Pin A0 Arduino.

Membaca Data Analog di Arduino, data analog adalah data yang berbentuk gelombang secara kontinyu, di arduino data analog dibaca di pin (A0, A1, A2, A3, ...) atau yang biasa dalam bahasa program dengan nama analogread atau analogwrite, arduino sudah dilengkapi dengan ADC yaitu Analog to Digital Converte yeng mengubah data analog arduino ke digital agar bisa dibaca oleh mesin arduino, karena yang kita tahu sendiri bahasa mesin itu adalah bahasa biner 0 dan 1.
(Gambar dari arduino.cc)

Untuk membaca sebuah nilai data analog di arduino dibutuhkan rangkaian dengan komponen potensiometer karena kita membutuhkan nilai ohm yang berubah ubah. Resolusi sensor ini dengan arduino yaitu 10 bit yang artinya mempunyai nilai 0 - 1023. Nilai 1023 dihasilkan dari bilangan berpangkat yaitu 2 pangkat 10. 

Alat dan Bahan :
  • Arduino Uno
  • Potensiometer 10 K


Untuk rangkaian potensiometer seperti gambar diatas :
  • pin 1 = VCC
  • pin 2 = A0 (Arduino)
  • pin 3 = GND
Jika kita menggunakan arduino uno, kita bisa menggunakan pin ADC dari A0 - A5, ini juga disesuaikan dengan program nya. Nilai dari pin 2 potensiometer akan dibaca oleh sebuah arduino dengan nilai analog. Jadi prinsipi kerja Membaca Data Analog Arduino sebuah potensiometer yang sudah dihubungkan dengan tegangan VCC 5V dan GND arduini memberikan sebuah masukan input arduino yang berupa tegangan pembagi dari 5V, jadi jika sebuah potensio diputar kearah kiri minimal dia memberikan nilai tegangan mendekati 0 V yang kemudian dibaca sebuah arduino dan sebaliknya jika diputar kekanan max potensio memberi nilai tegangan 5 V. 

Menggunakan pin Analog. Tegangan inilah yang dibaca oleh arduino dengan nilai data analog, berbeda dengan data digital yang hanya berisi dua outputan High dan Low yang artinya nilai pasti 0 V dan 5 V. Untuk data analog mempunyai range tegangan 0 V sampai 5 V. Kita juga bisa mendapati nilai analog atau digital pada sebuah sensor jadi prinsip kerja nya sama membaca nilai analog dan digital arduino.

Program ini ditampilkan di serial monitor software arduino IDE, juga bisa ditampilkan di lcd 16x2 untuk dasar saja hanya ditampilkan di serial monitor

Program Data Analog Arduino :
===================================================

void setup() {
  Serial.begin(9600);
}

// the loop routine runs over and over again forever:
void loop() {
  // read the input on analog pin 0:
  int sensorValue = analogRead(A0);
  // print out the value you read:
  Serial.println(sensorValue);
  delay(1);        // delay in between reads for stability
}
===================================================


Lebih mudahnya kita gunakan di example program tepatnya di program dasar basics > AnalogReadSerial.
Penjelasan Program :

Serial.begin(9600);
Komunikasi serial arduino dengan baudret 9600 bps yang artinya bit per second (bisa mengirim data 9600 bit per second)

int sensorValue = analogRead(A0);
Deklarasi dari nilai sensorValue yang berupa nilai integer dibaca di pin A0 (Arduino)

Serial.println(sensorValue);
Menampilkan nilai analog read di serial monitor software arduino

delay(1);  
Tunda waktu satuan (ms) untuk menampilkan nilai data, (1) artinya 1/1000 detik bisa juga dirubah nilai 1 dengan 1000 yang artinya 1 detik

untuk hasilnya 

nilai yang ditampilkan angka 0 - 1023 sesuai potensio yang kita putar, jadi sederhanyanya seperti hasil diatas, nilai diatas bisa kita pakai sebagai data juga bisa kita ubah ke nilai tegangan 5V jadi seperti membaca tegangan mungkin tulisan selanjutnya.

Cukup sekian tulisan sederhana dasar dari pemrograman arduino semoga bermanfaat dan mungkin tulisan ini kurang sempurna dan ada yang salah bisa komentar di kolom komentar saya akan perbaiki. 
Terima kasih selamat berkarya untuk selanjutnya jangan berhenti menulis meskipun hanya sederhana.
Menampilkan Nilai Analog Arduino Sederhana.

Cara Menggunakan Micro SD Card Adapter Arduino


Bagaimana cara Menulis data di Micro SD Card menggunakan Arduino ? Micro SD Arduino, kita pastinya sudah tahu apa itu Micro SD, Micro SD adalah kartu memori non- volatile yang dikembangkan oleh SD Card Associarion yang diguakan dalam perangkat portable. Untuk menggunakan Micro SD ini di arduino diperlukan adapter tambahan yang namanya Micro SD Card Adapter
Micro SD Card Adapter sudah banyak dijual di online elektronika harganya cukup murah sekitar
Rp 15.000 an. Seperti gambar diatas adalah bentu Adapternya.
Spesifikasi Module Micro SD Card Adapter 
Untuk spesifikasi lanjutnya bisa lihat :

Spesifikasi Adapter Micro SD :
  • Menggunakan tegangan input DC 4,5 – 5,5 V DC
  • Arus 200 mA
  • Support Micro SD Card <=2 GB, Micro SDHC Card <=32 GB
  • Size 42x24x12 mm
  • Weight 5 g
Spesifikasi Desain bentuknya



Control Interface :
  • GND : Ground
  • VCC : 5V
  • Miso Mosi Sck : jalur komunikasi dan clock
  • CS : Chip pilih pin sinyal
Cara Menggunakan Micro SD Card Adapter Arduino :


Untuk awal kita pakai adapter ini kita belajar bagaimana menulis data berupa file txt kedalam micro SD menggunakan Arduino. Jadi nanti hasilnya berupa file format txt yang biasanya dibuka menggunakan notepad. Data txt ini bisa kita pakai contohnya untuk merekam data suhu ruangan, kelembaban dan lain lain dalam satuan waktu.


Sebelum menggunakan Adapter Micro SD pastikan kita pasang dulu micro SD nya jika tidak pasti eror jadinya. 
Rangkaian Arduino dengan Adapter Micro SD Card :




Rangkaian Seperti diatas 

Pin Micro SD Card Adapter
  • VCC : Tegangan 5V dari Arduino
  • GND : Ground Arduino
  • Mosi : Pin 11 Arduino
  • Miso : Pin 12 Arduino
  • SCK : Pin 13 Arduino
  • CS : Pin 4 Arduino
note : jangan lupa pin CS tetap dikonekan ke pin 4 Arduino dan pin pin ini disesuaikan dengan program yang dibuat
Program Menulis Data di Micro SD Card Adapter :

================================================

/*
  SD card read/write

 This example shows how to read and write data to and from an SD card file

 The circuit:

 * SD card attached to SPI bus as follows:

 ** MOSI - pin 11

 ** MISO - pin 12

 ** CLK - pin 13

 ** CS - pin 4 (for MKRZero SD: SDCARD_SS_PIN)
*/

#include <SPI.h>
#include <SD.h>
File myFile;

void setup() {

  // Open serial communications and wait for port to open:

 Serial.begin(9600);

  while (!Serial) {

    ; // wait for serial port to connect. Needed for native USB port only

  }

 Serial.print("Initializing SD card...");



  if (!SD.begin(4)) {

   Serial.println("initialization failed!");

   return;

  }

 Serial.println("initialization done.");



  // open the file. note that only one file can be open at a time,

  // so you have to close this one before opening another.

  myFile = SD.open("test.txt", FILE_WRITE);

  // if the file opened okay, write to it:
  if (myFile) {
   Serial.print("Writing to test.txt...");
   myFile.println("testing 1, 2, 3.");
    // close the file:
   myFile.close();
   Serial.println("done.");
  } else {
    // if the file didn't open, print an error:
   Serial.println("error opening test.txt");
  }

  // re-open the file for reading:
  myFile = SD.open("test.txt");
  if (myFile) {
   Serial.println("test.txt:");

    // read from the file until there's nothing else in it:
    while (myFile.available()) {
     Serial.write(myFile.read());
    }
    // close the file:
   myFile.close();
  } else {
    // if the file didn't open, print an error:
   Serial.println("error opening test.txt");
  }
}
================================================
Setelah kita sudah merangkainya copy paste program diatas di software Arduino, Program diatas program bawaan Arduino IDE bisa di cari di menu File > Example > SD > Read Write

jadi kita sudah gak perlu mencari library dari micro SD Card adapter karena sudah ada, setelah selesai coba jalan kan Arduino dan lihat hasilnya di Serial Monitor 

Kunci dari program ini ada di = myFile.println("testing 1, 2, 3.");
sama halnya kita menulis "Serial.print atau lcd.print jika kita menulis data ke micro SD menggunakan MyFile.print" inipun juga disesuaikan sama program header diatasnya. 

Hasil diatas artinya Arduino sukses menulis data di File "Test.txt" dengan tulisan "testing 1, 2, 3" Coba kita lihat hasilnya dengan mencabut micro SD di adapternya dan lihat lewat laptop maka hasilnya akan seperti ini


Seperti ini rangkaian dan cara menggunakan Micro SD Card adapter. Dasar ini kita bisa kembangan misalnya menulis data suhu ruangan kedalam micro SD. Mungkin next artikel saya buat “Menulis data sensor DHT11 ke micro SD" ditunggu saja di Ajifahreza.com

  • Menulis Data Ke Micro SD dengan Arduino
  • Menggunakan Micro SD Card Adapter Arduino
  • Program Micro SD Arduino
  • Adapter Micro SD menulis data file txt

Cukup sekian tulisan ini semoga bermanfaat meskipun sedikit dan teruslah menulis mengajarkan Cara Menggunakan micro SD Card adapter.

Cara Menggunakan Sensor Suhu DHT11 Arduino

Kali ini kita membahas sensor suhu sederhana. Sensor suhu dan kelembaban type DHT11. Sensor suhu DHT11 adalah salah satu sensor yang dapat mengukur dua parameter yaitu suhu dan kelembaban udara (humadity). Untuk ukuran sensor saat ini cukup kecil sehingga memudahkan kita untuk menggunakannya. Berikut spesifikasi dari sensor DHT11

Spesifikasi :

Relative humidity
Resolution: 16Bit
Repeatability: ±1% RH
Accuracy: At 25°C ±5% RH Interchangeability: f
ully interchangeable Response time: 1 / e (63%) of 25°C 6s 1m / s air 6s
Hysteresis: <± 0.3% RH
Long-term stability: <± 0.5% RH / yr in

Temperaturea
Resolution: 16Bit
Repeatability: ±0.2°C
Range: At 25°C ±2°C Response time: 1 / e (63%) 10S

Electrical Characteristics
Power supply: DC 3.5~5.5V
Supply Current: measurement 0.3mA standby 60μ A Sampling period: more than 2 seconds

Pin Description
1, the VDD power supply 3.5~5.5V DC 
2, DATA serial data, a single bus
3, GND ground, the negative power

Sebelum menggunakan sebuah sensor kita sebaiknya mengenal terlebih dahulu datasheet nya untuk mempermudah menggunakan. Pada artikel kali ini saya menggunakan Arduino Nano untuk sensor suhu DHT11, tapi juga sensor ini bisa digunakan di arduino type lainnya.  Sensor suhu ini bisa ditampilkan di LCD 16x2 atau di serial monitor aplikasi arduino IDE. Untuk kali ini saya akan menampilkan hasil suhu dan kelembaban di serial monitor. Jika ada yang bertanya apa itu Serial Monitor Arduino ?? kita bisa bahas next artikel atau di google sudah banyak pengertian serial monitor.

Sebelum menggunakan program DHT11 kita harus download library sensor DHT11 di sini : 


Setelah selesai didownload include kan library tersebut di software Arduino IDE. Berikut Program Sensor Suhu dan Kelembaban  DHT11 Arduino di Serial Monitor

=============================

#include <dht11.h> //Library DHT11

dht11 DHT11;
#define DHT11PIN A5 //Pin Data di A5

void setup(){
  Serial.begin(9600);
}

void loop()
{
  int chk = DHT11.read(DHT11PIN); 
  Serial.print("Temp: "); Serial.print((float)DHT11.temperature, 2);Serial.print(" C");Serial.print(" || ");
  Serial.print("RelF: ");Serial.print((float)DHT11.humidity, 2);Serial.println(" %");
  delay(1000);
}
=============================

Untuk konfigurasi pin yang digunakan mengikuti program DHT11
  1. VCC = 5V Arduino
  2. Data = di Pin A5 (Bisa dirubah Sesuai Keinginan)
  3. GND = GND Arduino
Konfigurasi pin data bisa kita rubah rubah dan jangan lupa program dan hardware harus sesuai. Program ini juga bisa dikembangkan misalkan diberi tombol, diberi indikasi lampu, ditampilkan di LCD, Menggunakan Wifi bluetooth dan lain lain sesuai apa yang kita ingin tanamkan. 

Untuk hasil dari serial monitor Sensor DHT11

Seperti itu mudahnya menggunakan Sensor DHT11 untuk Arduino. Yang terpenting adalah kita punya sebuah librarynya dan bisa menggunakannya. Mohon komentar jika ada salah dalam penulisan saya juga masih belajar. 
  • Sensor Suhu DHT11
  • Menampilkan Sensor DHT11 di Serial Monitor
  • Program Sensor DHT11
  • Arduino DHT11 Sensor Suhu dan Kelembaban
Cukup sekian artikel cara menggunakan Sensor DHT11 di serial monitor. ikuti terus artikel selanjutnya  di ajifahreza.com untuk Sensor DHT11 ditampilkan di LCD 16x2. Semoga bermanfaat terima kasih.

Rangkaian Penguat Buzzer Transistor

Apa itu penguatan ?? Dalam elektronika istilah penguatan sering kita dengar. Kali ini saya melanjutkan artikel yang kemarin kita sudah bahas yaitu komponen buzzer. Jika belum tau komponen buzzer bisa baca di Sini "Cara Menggunakan Buzzer".
Apakah kita pernah mencoba sebuah buzzer yang jika diberi tegangan 5V Dc dia berbunyi keras, tetapi di masukan pin mikrokontroler suara menjadi pelan. Salah satu penyebabnya adalah nilai impedansi buzzer yang besar. Pin mikrokontroler sendiri mempunyai arus maksimal output 20 mA.
 
Komponen buzzer yang di masukan pin mikrokontroler..
 
Jika kita menemui masalah buzzer yang tidak berbunyi keras, kita butuh sebuah rangkaian penguat buzzer, rangkaian ini juga biasa dipakai sebagai penguat relay, Rangkaian penguat atau komponen transistor. Sekarang kita bahas untuk penguatan buzzer. Transistor adalah komponen semikonduktor. Rangkaian transistor penguat buzzer digunakan jika buzzer mempunyai nilai impedansi lebih dari 10 ohm.
 
 
Transistor dan Buzzer

Prinsip kerja rangkaian penguat buzzer adalah transistor yang dipasang sebagai komponen penguatan bekerja seperti saklar, sebagai sirkuit pemutus dan penyambung. untuk detail pengertian transistor kita tidak bahas di artikel ini. Mungkin artikel selanjutnya . Terus saja ikuti artikel web Ajifahreza.com gratis. Komponen buzzer dengan transistor diatas menggunakan Transistor type NPN. Transistor bekerja jika basis dari transistor diberi tegangan positive 5Vdc (mengikuti datasheet komponen transistor yang dipakai). Tegangan VCC dari buzzer akan mengalir ke ground melewati buzzer sebagai beban menyebabkan buzzer berbunyi. Didalam komponen transistor itu terjadi penguatan.
 
Untuk  zaman sekarang yang sudah maju teknologi banyak sudah modul modul buzzer yang tinggal pakai, tidak perlu melakukan soldering.Tapi sebaiknya kita tahu bagaimana prinsip kerja modul ini, komponan apa yang dipakai dan kita bisa membuatnya. Bukan hanya pemakai.
 
Modul Buzzer 

Pin  modul buzzer ini ada tiga buah yaitu (VCC - I/O, GND). Rankaian modul buzzer ini sudah mengguanakan transistor. 

Keterangan Pin :
  • VCC adalah pin tegangan 5V untuk Buzzer
  • I/O adalah pin Input/Output ke mikrokontroler
  • GND adalah pin Ground

Sekian artikel dari Ajifahreza.com tentang Transistor Penguat Buzzer. Jika salah pengertian dalam artikel ini saya akan update lagi. Hanya sedikit artikelnya semoga bermanfaat. Terus ikuti web ini untuk belajar bersama elektronika. Selamat Berkarya.

Menggunakan Buzzer Komponen Suara

Selamat malam yang sudah membaca di web ini. Kali ini saya mencoba untuk membahas tentang komponen elektronika yang bisa mengeluarkan suara. Yang banyak kita tau speaker bisa mengeluarkan suara, untuk yang lebih kecil kita bisa menggunakan buzzer. Komponen ini mudah didapat di toko eletronika. Harganya murah Rp2000 an tergantung juga diameter buzzer dan impedansinya. 
Pengertian Buzzer adalah sebuah komponen elektronika yang dapat mengubah sinyal listrik menjadi getaran suara. Buzzer ini biasa dipakai pada sistem alarm. Juga bisa digunakan sebagai indikasi suara. Buzzer adalah komponen elektronika yang tergolong tranduser. Sederhananya buzzer mempunyai 2 buah kaki yaitu positive dan negative. Untuk menggunakannya secara sederhana kita bisa memberi tegangan positive dan negative 3 - 12V.

Cara Kerja Buzzer pada saat aliran listrik atau tegangan listrik yang mengalir ke rangkaian yang menggunakan piezoeletric tersebut. Piezo buzzer dapat bekerja dengan baik dalam menghasilkan frekwensi di kisaran 1 - 6 kHz hingga 100 kHz.

Buzzer ini bisa kita coba tanpa menggunakan board arduino yang diprogram. Jadi kita hanya beri inputan tegangan 3 - 12 V (Tegangan Kerja Buzzer). Buzzer mempunyai nilai impedansi sama seperi speaker. Jika nilai impedansi kurang dari 10 ohm kita bisa langsung menghubungkan ke arduino dan jika impedansi yang lebih besar kita akan membutuhkan driver untuk mengangkat arus yang masuk ke buzzer. Kita bisa menggunakan rangkaian transistor. Mungkin artikel selanjutnya Buzzer dengan transistor

Seperti gambar diatas kaki positive sambungkan pada batere kutub positive dan kaki negative di sambungkan pada batere kutub negative. Maka buzzer langsung berbunyi "beep beep". Kita juga bisa menggunakan rangkaian diatas untuk mengetes apakah buzzer berfungsi atau tidak.

Note :
Yang sudah kita tau buzzer hanya bersuara satu saja. Dengan di program di arduino atau mikrokontroler lainnya kita bisa menggunakan buzzer dengan barbagai macam suara mono. Bisa dibuat lagu Do Re Mi Fa Sol La Si Do dan lain sebagainya tunggu saja di artikel selanjutnya Suara Unik Buzzer

Cukup sekian artikel Buzzer Komponen Suara Elektronika ikuti terus artikel di Ajifahreza.com. Semoga bermanfaat walaupun masih dasar sederhana. Terima Kasih
Cara Seo Blogger